Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

SUREALISME DALAM DIGITAL

Gambar
Karya seni dalam bentuk digital dari aliran surealisme memadukan antara kebebasan untuk berimajinasi dengan menggunakan teknologi modern, yang nantinya akan menghasilkan sebuah karya yang menggali dunia bawah sadar, fantasi, dan keanehan. Pada awal abad ke -20 Aliran seni yang disebut surealisme ini muncul , dan dicetuskan oleh para seniman seperti Salvador Dalí, René Magritte, dan Max Ernst. Pilar utama dalam aliran ini adalah kebebasan untuk berekspresi, pemikiran yang spontan, dan eksplorasi alam bawah sadar.  Aliran surealisme dalam seni rupa digital, memberikan gambaran yang lebih modern dari ide-ide surealisme klasik. Para seniman memadukan surealisme dengan teknologi digital membentuk sebuah karya dengan imajinasi yang liar, transformasi bentuk, kontradiksi visual, dan simbolisme bawah sadar. Karya mereka yang membingungkan, memukau, dan memancing imajinasi penonton dibuat dengan menggunakan efek visual, kompositing, dan manipulasi gambar. Selain itu, berkat keberadaan pla...
Gambar
Seni bukan hanya tentang keindahan, tetapi tentang menghidupkan dunia dan pikiran yang tidak pernah ada sebelumnya.... Halo semua...... Ini merupakan tulisan Blog pertama saya. Perkenalkan saya Pramesti Nurmalisa Edivieni, seorang mahasiswi semester 4 dari prodi Desain Komunikasi Visual, di Universitas Indraprasta. Pada awalnya saya lebih tertarik melanjutkan studi di prodi Seni Murni, yang mengandalkan perasaan, dan dunia internal dari diri saya sendiri. Karena saya lebih suka berkutat dengan hasrat diri saya sendiri daripada berkutat dengan apa yang orang lain inginkan, dengan kata lain menjadi seorang Desainer. Sejak kecil saya mempunyai ketertarikan membangun dunia di kepala saya sendiri, yang penuh imajinasi dan hal hal yang tak realistis, hal itu juga menjadi penyebab ketertarikan saya dengan sebuah karya seni atau ilustrasi, disana saya dapat menuangkan semua ide tentang dunia saya yang jauh dari dunia yang sebenarnya. Dimulai dari dunia fiksi, seperti hutan yang hidup dengan ja...